Lima Puisi oleh Festi Noverini

Beberapa puisiku di Jurnal Selatan

Selatan

lost in translation

mungkin aku akan menemani kota ini
mati
sepi dan sendiri.

mantengin layar

16 dari 24 jam hari ini kuhabiskan maraton memandangi layar. layar laptop, layar handphone, kembali ke laptop, kembali ke handphone, pindah ke layar TV sejenak (untuk mengintip apakah episode FTV SCTV kali ini menarik), makan, mandi, gegoleran, kembali ke layar laptop bergantian dengan layar handphone sambil mengintip layar TV, lalu kembali ke laptop sambil gegoleran mencari torrent episode terkini reality show(s) kesukaan supaya bisa disedot gan saat kutinggal tidur nanti.

kemarin begini, besok begini, lusa ya mbuh.

bisa stroke lama-lama.

habis… apalagi yang bisa dilakukan seorang pengangguran #kelasmenengahngehek dengan nominal di rekening yang tipis tiris tengkurep nyaris menembus titik keseimbangan angka nol. cuma bisa taktis dan strategis. setengah kubelikan pulsa internet yang puji tuhan alhamdulillah lagi gak ngocol bulan ini supaya aku tetap punya ilusi dunia ini baik-baik saja, semuanya baik-baik saja. setengah lagi kupirit-pirit…

View original post 267 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s